BERBUAT JUJUR UNTUK MEMPERTAHANKAN KEPERCAYAAN ORANG LAIN.

Selamat Datang di www.dedikincai.ohlog.com
the simple blog take tou to whole world distence seeking seeking unlimited, however just simple blog, while to show everithings my whritting. with it's you conected by me to important website centre imformation national of Indonesia and International . my blog will conect your computer to all alive corner s



Mau Cari Peraturan Perundang-Undangan dari Undang- Undang Sampai Perda Ngapai susah Click aja Produk Hukum


BERBUAT JUJUR UNTUK MEMPERTAHANKAN KEPERCAYAAN ORANG LAIN.

.Menumbuh kepercayaan memang sesuatu yang sulit, terkadang apa yang diktuakan sesorang dengan kebohongan yang disangkakan akan dilakukan seseorang, padahal sangkaan tersebut jauh dari kebenaran. Dan hal ini dipersulit dengan takutnya orang lain akan terulang jika seseorang pernah malakukan sebuah pendustaan pada yang lainnya, tentu saja hal ini akan mempersulit untuk menumbuhkan sebuah kepercayaan.

Banyak orang yang sukses menjadi tangan kanan pebisnis konglomerat mengawali karir dengan memumupuk keparcayaan sang bos pada dirinya. Berapa banyak pula yang harus kandas ditengah perjalanan karirnya karena satu kali kesalahan ia perbuat yang diperparah dengan kesalahan hilangnya rasa percaya seorang majikan.

Begitu besar nilai mempertahankan rasa percaya sesorang pada perbuatan hati dan kemampuan yang kita miliki. Terutama dalam dunia bisnis yang mengelola seuatu yang Vital adalah uang. Pondament perekrutan yang menjadi standar setiap perusahaan tentunya mencari karyawan yang jujur dan memiliki dedikasi kerja yang tinggi.tetapi keitamaan yang jarang terucap adalah kejujuran, meskipun didalam ketidak jujuran bisa saja memecatnya tetap saja kejujuran adalah modal utama

Percaya bukan saja percaya atas tindak tanduk kita tetapi nilai kejujuran atas apa yang dituturkan dari lisan dan kebenaran atas segala bentuk perbuatan. Jika semua unsur tersebut ada mudah mudahan orang akan selalu mempercayai diri. Dan berdampak pada perkembangan diri dalam membuka lapangan usaha meski kekurangan dalam sisi modal, karena kepercayaan orang mungkin siap membantu. Kepercayaan pula yang akan mudahnya personal untuk mencari peluang kerja pada setiap perusahaan.

Adapun Tips untuk mempertahan kan rasa percaya oleh orang lain terhadap diri sendiri adalah.

  1. Jangan harapkan keuntungan dari setiap perbuatan dan bantuan yang kita berikan, tunjukkan sebuah keikhlasan. Sebab kejujuran itu adalah buah sebuah keikhlasan.
  2. Jika kita masih yakin orang belum percaya dengan penuh atas tindak tanduk kita, usahakan tidak menampakkan diri untuk dipercayai oleh orang lain.
  3. jangan pernah menyentuh apapun yang milik orang lain jika tidak ada pemilik berhadapan langsung dengan kita
  4. Jangan pernah berpikir untuk mandapat manfaat besar apabila sebuah kepercayaan orang lain telah tumbuh dalam kehidupan keseharian kita.
  5. berikan solusi jitu bila suatu waktu dibutuhkan, sembari mnunjukkan bahwa kita juga bisa menjadi orang yang mampu bertindak dalam menghadapi kesulitan.
  6. tanamkan bahwa yang dilarang jangan sampai menyambah benak kita.

Mulailah berbuat dan membiasakan untuk jujur dalam segala tindakan dan perkataan kata ”A” jika yang dilhat didengar dan dirasa adalh A jangan pernah katakan ”c” ataupun ”B”

Wassalam


PENTINGNYA KEHIDUPAN SOSIAL DALAM KEHIDUPAN MANUSIA SESUNGGUHNYA

Manusia tempo dulu hidup melalui beberapa fase cara interaksi satu sama lainnya. itu juga tidak terlepas dari dari cara hidup dan cara mempertahankan kehidupan yang cukup primitif. namun dijaman sekarang ini, melepaskan diri dari kehidupan sosial telah mensdrajatkan diri dengan memungkiri bahwa orang tersebut adalah manusia untuk itu kita tidak bisa lepas dari kehidupan orang lain. disamping telah padatnya aktifitas untuk mempertahankan hidup dan untuk hidup kita butuh yang namanya makhluk hidup.
Diposkan oleh dedikincai di 22:55 0 komentar

Jadikan diri anda bagian dari orang lain, jangan hanya menilai untuk melakukan sesuatu hanya untuk untuk mendapat yang namanya uang semata. apa salahnya sesekali anda berbuat tanpa harapan untuk meraih uang. kita memang tidak boleh munafik setiap manusia perlu uang, karena uang adalah langkah awal untuk melakukan dan meraih sesuatu. meskipun terkadang ada cara lain yang juga baik tanpa harus dengan uang namun hal itu mungkin terasa cukup sulit.

justru sangat disayangkan jika kita selalu berberat tangan jauh dari rasa ikhlas untuk membantu sesama manusia, siapapun dia! tanpa harus memandang SARA. agama apapun didunia ini mengajarkan kita untuk selalu menjadi bagian upaya kemaslahatan dimuka bumi.

Sesungguhnya ibadah bukan saja sebuah ritual kepada yang Maha Esa saja akan tetapi juga hal- hal yang bersifat sosial dan di dalamnya termasuk sejauh mana kita manpu memberi dan menjadi bagian untuk kemaslahatan bagi alam dan manusia.

jujur dan mengkui perlunya intraksi dan sosial kemasyarakatan tidak terlepas dari hakikat manusia sebagai makhluk zoon politikon yaitu makhluk yang tak terlepas dari orang lain. karena kita pasti membutuhkan orang lain. Senang membahas gejala dan berprilaku manusiawi dalam kehidupan sosial, Hub 081363787974

Kampung gue/My Villiage Kampung gue
Kota Ku/My city Kota Jambi
Mau tau ciri orang yang mencintai kamu Click disini
CINTA



Terlalu banyak orang yang hidup, hanya memikir keinginan sendiri, tanpa mengimbangi dengan kepentingan dan hak orang lain.terobsesi nafsu berfikir dengan otak jongkok alias dengkul.Disini sangat diperlukan kedewasaan emosinal dan spritual dan itelegensi untuk membuat orang itu mengerti akan arti kebenaran dan kepentingan yang sebenarnya.bukan menilai kepentingan hanya karena rasa ego dan nafsu tanpa memikirkan ada orang lain selain dia di alam ini'

begitu henddaknya dalam bersahabat, sebaiknya mampu mengerti bahwa perbedaan akan muncul pada setiap interaksi sosial antar person. jangan seorang sahabat, orang yang bersaudara seibu maupun seayah mempunyai perbedaan dalam berfikir atau menyalurkan keinginannya, untuk itu kita harus tau bahwa untuk menata mental yang sempurna harus dimbangi dengan kepemahaman akan sikap orang lain. dengan demikian insya Allah hidup ini akan indah dan mudah memperkecil setiap permasalahan.

MUTTAQIN

Salah satu karakter orang yang bertaqwa ( muttaqin ) adalah memberi maaf. Karakter atau sifat ini secara tegas disebutkan sebagai salah satu ciri orang bertakwa, sebagaimana firman Allah di dalam Al-Quran,

Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan .” (Ali ‘Imran : 133-134)

Ayat di atas menyatakan bahwa orang yang bertakwa adalah (1) orang yang senantiasa menafkahkan hartanya di jalan Allah baik dalam keadaan lapang maupun sempit, (2) orang yang menahan amarahnya, (3) orang yang memaafkan kesalahan orang lain. Pembahasan kali ini kita fokuskan pada ciri ketiga, yaitu memaafkan kesalah orang lain.

Ada kisah menarik yang terjadi pada seorang bernama Maimun bin Mahran. Ia mempunyai budak yang saleh. Saat budak tersebut menghidangkan makanan, tiba-tiba kakinya tergelincir dan kuah makanan yang ia hidangkan tertuang ke badan Maimun. Jelas saja Maimun langsung marah. Pada saat akan memukulnya, budak tersebut berkata, “Tuan, laksanakan ajaran Allah wal kaazhiminal ghaizha (Al-Qur’an surah Ali ‘Imran ayat 134), dan mereka yang menahan marahnya.” Maimun berkata, “Baiklah.” Maka budak itu berkata, “Dan kerjakan kelanjutannya wal-‘aafiina aninnaas, dan yang memaafkan orang.” Maimun berkata, “Engkau kumaafkan.” Budak itu berkata lagi, “Kerjakan kelanjutannya, wallaahu yuhibbul muhsiniin, dan Allah mengasihi orang yang berbuat baik.” Maka Maimun berkata, “Aku akan berbuat baik kepadamu. Engkau mulai saat ini merdeka, karena Allah.”


Kita bisa membayangkan, betapa indahnya akhlak Islam dalam hal maaf-memaafkan. Orang yang bersalah tidak saja dimaafkan, tapi juga diberikan hadiah kebebasan. Subhanallah, adakah orang seperti Maimun di zaman modern sekarang ini?

Bangsa Indonesia mempunyai budaya yang sangat baik dalam hal saling maaf-memaafkan, menjelang dan selama Lebaran Idul Fitri. Bahkan akhir-akhir ini membudaya permohonan maaf menjelang datangnya Ramadhan, agar ketika memasuki bulan suci tersebut hati sudah bersih. Ini merupakan tradisi cantik masyarakat kita, terutama kaum Muslimin. Tak sedikit pula di hari raya tersebut kaum non-Muslim juga mengirimkan ucapan permohonan maaf lahir dan batin baik langsung, melalui telpon, email, maupun SMS . Kebiasaan yang sudah membudaya pada masyarakat kita ini patut kita syukuri.

Kembali kepada karakter muttaqin . Seorang yang bertakwa sadar bahwa berinteraksi dengan sesama manusia memerlukan kesabaran dan kebesaran jiwa. Tidak semua orang sama sikap dan respon yang dilakukannya terhadap suatu peristiwa. Ia sangat mengerti bahwa tidak ada seorang pun manusia yang luput dari dosa dan kesalahan. Al-insaanu mahallul khata’ wan nisyaan. Manusia itu tempat salah dan lupa. Maka, orang yang bertakwa siap mengakui kesalahan dirinya, bahkan meminta maaf. Tetapi, ia lebih mengutamakan untuk memberi maaf kepada sesama, bahkan sebelum orang yang bersangkutan meminta maaf kepada dirinya.

Meminta maaf, pada hakikatnya sesuatu yang belum tentu pasti hasilnya. Dia amat bergantung pada yang dimintai maaf. Bisa diberi bisa tidak, hasilnya amat di luar kendali kita.

Namun sebaliknya, memberi maaf itu sepenuhnya dalam kendali kita. Ia merupakan niat dan amal perbuatan kita. Memberi maaf atau memaafkan adalah sikap batin dan amalan untuk melupakan kejadian buruk yang menimpa kita, karena perbuatan seseorang atau beberapa orang. Perwujudan sikap ini disertai niat untuk tidak membalas perbuatan buruk itu.

Karena itu, amat tidak tepat seseorang yang mengatakan, ”Saya bisa memaafkan tapi tidak bisa melupakan.” Ini sikap memaafkan yang tidak lengkap dan menjadi tidak bermakna. Ibaratnya, melepas kepala ular tapi memegangi ekornya. Ikhlas memaafkan terkandung di dalamnya perbuatan melupakan kejadian tersebut, dan mulai titik nol membangun hubungan yang lebih baik.

Memberi maaf atau memaafkan harus dilakukan dengan sungguh-sungguh, sepenuh hati, seutuhnya, tulus, dan ikhlas. Barulah pemberian maaf itu bermakna. Barulah perbuatan tersebut penuh berkah, anggun dan mulia, yang pada dasarnya keanggunan dan kemuliaan itu milik si pemberi maaf itu juga.

Jadi pada hakikatnya apabila kita memberi maaf, sebenarnya kita sedang membangun keanggunan dan kemuliaan kita sendiri yang esensinya membangun kebahagiaan kita.

Oleh karena itu, tidak ada salahnya membudayakan sifat memberi maaf. Tidak sekadar meminta maaf. Seorang ustadz muda menyarankan jamaahnya membudayakan perbuatan memberi maaf, dimulai lewat kartu ucapan lebaran yang dikirim kepada para kolega seperti di bawah ini.

Saudaraku seiman, aku tahu mustahil bagiku memaksamu memaafkan kesalahan-kesalahanku yang begitu banyak padamu....

Tetapi ketahuilah saudaraku...tanpa diminta pun telah kumaafkan segenap kesalahan-kesalahanmu .”

Tentu indah, bukan?

Perbuatan memaafkan juga akan mendatangkan ketenangan dan kebahagiaan dalam diri. Apa sih kebahagiaan itu? Berbahagia itu ditandai oleh tiga hal. Pertama, bergembira waktu berbuat baik, berbuat baik apa saja. Kedua, damai di hati, tidak ada beban. Dan ketiga bersyukur, sehingga tercipta rasa nyaman lahir dan batin. Cukup sederhana, bukan?

Pada saat memaafkan, kita membuang dari diri dan batin kita seluruh beban yang diakibatkan kejadian buruk itu. Kita memerdekakan diri dari impitan perbuatan buruk itu, sehingga kita dapat meraih kembali kegembiraan, kedamaian hati, dan kesyukuran kita.

Lalu, bagaimana kalau perbuatan buruk itu sengaja atau tidak, kita yang melakukannya kepada orang lain? Hanya orang yang tidak wajar yang tidak menyesal apabila melakukan keburukan kepada orang lain. Oleh karena itu, segeralah minta maaf. Ungkapan yang sering diucapkan orang, “Lebih baik meminta maaf daripada meminta izin” tidak tepat dilakukan dalam hubungan kemasyarakatan. Ungkapan tersebut hanya lazim di dunia perkantoran yang mengalami kemandegan dan kejumudan, sehingga tidak ada perbaikan ( improvement ). Pada saat karyawan-karyawan muda yang enerjik, kreatif, dan inovatif ingin memecah kebuntuan tersebut terhadap pimpinan yang mempertahankan status quo, maka biasanya mereka langsung menjalankan ide-ide inovatif mereka tanpa meminta izin dahulu. Sebab jika meminta izin, biasanya tidak diizinkan atau malah kena marah. Maka muncullah ungkapan, “Lebih baik minta maaf” yaitu mengerjakan sesuatu tanpa izin, “Daripada minta izin,” karena jika minta izin tidak diizinkan. Sekali lagi, konteksnya berbeda dengan yang sedang kita bahas.

Sesal juga sesuatu beban. Oleh karena itu, kita yang berbuat buruk kepada orang lain, sengaja atau tidak, pasti punya dorongan untuk meminta maaf. Meminta maaf berarti membebaskan diri dari impitan penyesalan. Tidak perlu ragu, lakukanlah. Segerakanlah. Sehingga, kebahagian kita itu tidak akan tersandera oleh penyesalan perbuatan buruk kita sendiri.

Tentu kita harus bersabar untuk menerima apa pun hasil permintaan maaf kita itu. Bisa tidak segera diberikan, malah barangkali ditolak sama sekali. Itu konsekuensi perbuatan kita. Namun, hal itu tak usah jadi pikiran kita, karena hakikatnya memberi maaf atau tidak itu adalah amal dari mereka yang kita mintai maaf itu, bukan amal kita. Dia yang akan memikul atau mendapat berkah dari amal mereka itu. Oleh karena itu, hikmah memberi maaf dan memohon maaf adalah untuk membangun kebahagiaan kita sendiri. Lakukanlah dengan anggun. Keanggunan ‘ grace adalah dia yang tidak wajib, memberi kepada dia yang tidak pantas untuk menerima pemberian itu.

Sang Khalik (Sang Pencipta) mengurus kita makhluk-Nya dengan sempurna. Banyak dari kita, yang karena kelakuan kita sendiri sebenarnya tidak pantas untuk menerima segala pemberian-Nya. Namun karena kasih sayang-Nya, diberi-Nya juga kita. Dari nama dan sifat Allah kita mengenal bahwa Ia adalah Dzat Yang Maha Pengampun, Dzat Yang Maha Pemberi Maaf. Di banyak ayat dalam Al-Qur’an dapat kita temui kalimat innahu ghafuururrahiim . Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Kita sebagai makhluk-Nya diharuskan untuk dapat mengaplikasikan sifat-sifat Allah tersebut dalam kehidupan sehari-hari, di antaranya sifat pemaaf.

Memaafkan kesalahan orang lain akan dapat membebaskan belenggu dalam diri kita. Sebagaimana kita ketahui, kebencian, dendam, kekecewaan, amarah, sakit hati, dan sejenisnya hanya akan membelenggu diri dari datangnya kebahagiaan. Kebahagiaan yang dinanti-nanti dan menjadi harapan semua orang lewat begitu saja, karena kita membelenggu diri dengan sifat-sifat buruk di atas.

Marilah kita menengadahkan muka dan tangan kita, sebagai individu, anggota keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara serta umat seluruhnya, agar selalu diberi rahmat, ampunan, ridha, dan kasih sayang-Nya. Agar kita dapat hidup bersama dengan berbahagia.



Tentang Komputer Click aja In formatika danTeknologi



 

Comments:

Sent by: [webprabumulih] | Tuesday, 19 May 2009 05:23:49 GMT

 lam knal jugo mang oke no mang dah aku simpan kapan2 kito sharing2 mang heheheheh